Jenis Macam Pemicu Cuaca Ekstrim yang Terjadi di Indonesia

Jenis Macam Pemicu Cuaca Ekstrim yang Terjadi di Indonesia

Jenis Macam Pemicu Cuaca ekstrim adalah kondisi cuaca di mana pengamatan unsur-unsur cuaca yang bisa teramati melebihi ambang batas tertentu. Hal ini biasanya bisa menimbulkan bencana hidrometeorologi sebagai akibat dari adanya pemicu cuaca ekstrim.

BMKG membuat batasan nilai cuaca ekstrim dalam mengukur sebuah cuaca bisa dikatakan ekstrim. Penilaian tersebut apabila terpenuhi akan menimbulkan bencana atau menyebabkan dampak kehilangan jiwa atau harta.

Batasan cuaca ekstrim yaitu curah hujan terukur 150 mm/24 jam, angin kencang >25 knot / 45 km / jam, suhu udara terukur > 3 derajat dari normal maksimum dan minimum pada suatu wilayah, hingga jarak pandang mendatar (visibility).

Jenis Macam Pemicu Cuaca Ekstrim yang Terjadi di Indonesia

Cuaca Ekstrim ( Source : TribunNews.com )

7 Penyebab Cuaca Ekstrim yang Sering Terjadi

Terjadinya cuaca ekstrim biasanya pada periode musim hujan serta musim transisi. Hal ini karena pada periode tersebut terjadi ketidak stabilan pada atmosfer yang menunjang proses konvektif kuat karena permainan Slot Online di http://63.250.44.163. Di bawah ini beberapa pemicu cuaca ekstrim :

Lingkungan

Curah hujan yang meningkat selain disebabkan oleh fenomena dan atau gangguan skala iklim, juga dikaitkan sebagai dampak dari perubahan iklim. Misalnya, di Jakarta menunjukan frekuensi kejadian hujan tinggi semakin meningkat.

 

Hasil dari pengamatan BMKG meskipun curah hujan ada pada tingkat sedang, tetapi masih mempunyai potensi untuk menimbulkan bencana hidrometeorologi. Hal ini akan tergantung pada  daya dukung lingkungan dalam merespon curah hujan tersebut.

Monsoon Asia

Saat ini, faktor-faktor pengendali iklim untuk wilayah Indonesia yang sedang aktif berpengaruh adalah Monsoon Asia. Untuk daerah konvergensi antar tropis (ITCZ) menunjukan anomali yang mengarah pada menguatnya curah hujan yang tinggi pada sebagian besar wilayah Indonesia.

 

Kondisi itu masih bisa berpotensi diperkuat dengan adanya fenomena seruakan dingin dari Asia. Hal ini dapat berdampak pada menguatnya potensi pertumbuhan awan hujan sebagai pemicu cuaca ekstrim khususnya Indonesia bagian barat.

BACA JUGA : Macam-Macam Badai di Erofa yang Ekstrim dan Mematikan

Fenomena La Nina

Hasil analisis BMKG menunjukan Dasarian ll atau 10 hari ke-2 bulan Januari 2021, memperlihatkan Indeks ENSO masih menunjukan kategori La Nina Moderat. Menurut institusi meteorologi internasional juga memperkirakan La Nina bisa bertahan sampai Juni 2021. Sedangkan Indeks Dipole Mode ada pada kategori Netral dan umumnya kategori Netral masih diperkirakan pada kategori Netral hingga Mei 2021.

Penyebab Cuaca Ekstrim dan Akibatnya pada Curah Hujan

Beberapa penyebab cuaca ekstrim yaitu karena adanya faktor lingkungan, La Nina, dan Monsoon Asia. Berikut ini beberapa penyebab cuaca menjadi ekstrim lainnya :

Dinamika Atmosfer yang Labil

Keadaan dinamika atmosfer yang tidak stabil (labil) selama beberapa hari ke depan, bisa berpotensi meningkatnya pertumbuhan awan hujan pada beberapa wilayah di Indonesia. Potensi hujan di wilayah Indonesia juga bisa disebabkan fenomena gelombang atmosfer seperti MJO, Gelombang Rossby Ekuatorial, dan Gelombang Kelvin.

Konvergensi Angin

Pemicu cuaca ekstrim selanjutnya adalah konvergensi angin. Konvergensi angin adalah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin. Jika konvergensi angin itu terpantau di beberapa wilayah yang dilaluinya maka akan menjadi pemicu cuaca yang ekstrim di daerah tersebut.

Sirkulasi Siklonik

Misalnya, sirkulasi siklonik terlihat di Teluk Carpentaria bagian Barat yang membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi), yang memanjang dari Sulawesi bagian Tengah, Laut Flores Timur, Laut Banda bagian selatan, sampai Laut Arafuru bagian Selatan. Kondisi itu bisa meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik serta sepanjang daerah konfluensi tersebut.

Labilitas Lokal Kuat

Labilitas lokal yang mendukung proses konvektif pada skala lokal bisa menyebabkan cuaca ekstrim di daerah tersebut. Sekarang ini curah hujan di beberapa wilayah masih tinggi seperti DKI, Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, NTB, NTT, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, sebagian Besar Sulawesi, Papua, dan Maluku Utara.

Ada banyak faktor yang bisa meningkatkan pertumbuhan awan hujan sehingga curah hujan menjadi tinggi. Faktor-faktor tersebut juga menjadi pemicu cuaca ekstrim di Indonesia.